Suka Kuliner Ekstrim? Harus Berani Cicipin 9 Makanan Ini Kalo Lagi Traveling

Kuliner Ekstrim
Sumber: food.idntimes.com

Kengkawan ngaku suka kuliner ekstrim kaya makan Seblak dengan level pedes 99999. Sebenernya itu biasa aja. Kalo berani, cobain makanan aneh bin ajaib berikut. Kalo gak berani, mendingan jangan ngaku-ngaku lagi bahwa lo adalah penyuka kuliner ekstrim.

1. Haggis, Skotlandia

Sumber: ultraimg.com

Haggis adalah adonan yang terbuat dari jeroan domba yang dicincang bersama dengan bawang merah, oat, suet, rempah-rempah, dan garam, yang dicampur dengan sedikit kaldu, dibungkus dengan lambung domba, lalu direbus dengan temperatur di bawah titik didih air selama tiga jam. Haggis modern biasanya dibungkus dengan bahan selain lambung. Larousse Gastronomique menjelaskan bahwa meski makanan ini bukan berasal dari bahan yang "terlihat menyenangkan", namun rasanya cukup gurih. Haggis merupakan makanan nasional Skotlandia dan menjadi sajian utama saat jamuan Burns (Burns supper).

Haggis tersedia sepanjang tahun di Skotlandia, dan haggis sesungguhnya yang terbuat dari jeroan domba dan terbungkus lambung hewan, memiliki harga lebih mahal. Haggis yang lebih murah biasanya dibuat secara massal dari jeroan babi dan terbungkus bahan selain lambung hewan.

2. Scorpion Soup, Tiongkok

Sumber: www.postpickle.com

Scorpion suop atau sup kalajengjing adalah kuliner ekstrim asal Tiongkok gaes. Warga biasa memakan kuliner ini sebagai obat rematik. Kalo wisata ke sana, kita dapat dengan mudah menemukan sup kalajengking di pasar tradisional gengs. 

3. Balut, Filipina

Sumber: food.idntimes.com

Balut adalah telur itik atau ayam yang berisi embrio itik yang hampir sempurna yang direbus dan dimakan. Makanan ini sangat sering ditemukan di Asia Tenggara, seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Makanan ini dipercayai sebagai afrodisiak dan dianggap berprotein tinggi, balut dapat ditemukan di toko kaki lima pada malam hari. Makanan ini kadang disajikan dengan bir.

4. Mata Tuna, Jepang

Sumber: food.idntimes.com

Jepang emang hobi banget mengolah makanan dari laut. Bahkan, ada juga mata tuna, ini beneran mata ikan tuna gaes. KUliner ini biasa disajikan mentah-mentah. Tapi, sejumlah warung jugaada yang menyediakan dalam bentuk rebusan. Kata orang, rasanya kaya cumi-cumi.

5. Century Eggs, Tiongkok

Sumber: statravel.com


Century edd atau biasa disebut telur bitan, telur hitam, dan telur seribu tahun adalah makanan khas Tionghoa terbuat dari telur ayam atau itik yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau sampai beberapa bulan, tergantung metode proses. Selama diawetkan, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan bau belerang dan amonia, sementara putih telur berubah menjadi kecokelatan dan sedikit transparan.

Telur berubah dikarenakan adanya material alkalin yang menaikkan pH dari telur menjadi 9 atau lebih. Proses kimiawi ini menghancurkan beberapa kandungan protein dan lemak yang kompleks di dalam telur yang awalnya tidak berasa menjadi berasa dan berbau kuat. Kadang telur memiliki corak-corak seperti cabang pinus di bagian putihnya.

6. Tarantula Goreng, Kamboja

Sumber: food.idntimes.com

Tarantula goreng baru ramai jadi kuliner di Kamboja pada tahun 70_an. Kemiskinan akibat perang saudara mendorong warga untuk mencari sumber pangan altertatif. Tanpa sengaja, tarantulsa goreng ditemukan. Setelah perang, kuliner ini justru banyak dijual di pasa-pasar sebagai cemilan bahkan pendamping makanan berat.

7. Marmut, Amerika Selatan

Sumber: food.idntimes.com

Marmut adalah hewan yang mirip tikus. Jadi kurang lebihm kamu yang udah pernah nyoba makan daging tikus juga bakal ngerti rasa daging marmut.

8. Shirako, Jepang

Sumber: food.idntimes.com

Shirako tercipta secata alami dari sperma ikan paus. Makanan ini biasanya disajikan begitu saja atau mungkin ditambah sedikit telur ikan. Berani coba?

9. Snake Wine, Tiongkok

Sumber: food.idntimes.com

Snake wine atau arak ular adalah minuman beralkohol yang dibuat dengan cara memasukkan ular ke dalam arak nasi atau alkohol biji-bijian. Minuman tersebut pertama kali tercatat dikonsumsi di Tiongkok pada masa dinasti Zhou Barat dan dianggap sebagai ramuan yang penting dan dapat menyegarkan kembali orang yang meminumnya menurut pengobatan tradisional Tionghoa. Arak ular dapat ditemui di Tiongkok, Vietnam dan seluruh Asia Tenggara.

488 shares
Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...