Antara Fakta Dan Hoax, Kain Bendera Merah Putih Pertama Terbuat Dari Tenda Warung Soto!

bendera merah putih

Soto, makanan khas Indonesia yang hampir dipunyai setiap daerah di Indonesia. Mulai dari Soto Lamongan, Soto Padang, sampai Soto Betawi. Melihat ekosistem soto di Indonesia yang lestari hingga saat ini, ternyata tak lepas dari sejarah bendera merah putih. Yap, bendera pusaka negara Indonesia yang kabarnya dekat dengan sosok makanan gurih dan nikmat ini.

bendera merah putih

Sumber: artikelseru.com

Mungkin hanya beberapa diantara kalian yang mengetahui bahwa bendera merah putih pertama yang dijahit tangan terampil ibu Fatmawati, istri Bapak Proklamator Indonesia, Presiden Soekarno tersebut berasal dari seorang perwira Jepang.

bendera merah putih

Sumber: netralnews.com

Dan banyak kabar beredar mengatasnamakan fakta yang agak kurang sedap untuk diterima warga negara Indonesia, bahwa bendera merah putih pertama Indonesia yang dijahit ibu Fatmawati berasal dari sebuah tenda warung soto.

Pengakuan Lukas Kustaryo Tentang Sang Saka dari Kain Tenda Warung Soto

Cerita tenda warung soto ini dimulai ketika ibu Fatmawati menjahit bendera merah putih terlalu kecil. Panjang bendera itu hanya sekitar 50 cm. Bendera merah putih yang baru dan lebih besar harus segera dibuat. Malam itu juga, usai sampai di rumah, ibu Fatma membuka lemari pakaiannya. Ia menemukan selembar kain putih bersih bahan seprai. Namun ia tak punya kain merah sama sekali.

Tak disangka, seorang pemuda bernama Lukas Kustaryo yang berada di sekitar kediaman Soekarno mendengar bahwa ibu Fatma membutuhkan kain berwarna merah untuk dijadikan sebagai bendera yang akan dikibarkan saat pembacaan proklamasi.

Seperti yang dituturkannya ketika diwawancari majalah Intisari dan dituliskan pada edisi Agustus 1991 silam, ia dengan segera berkeliling dan akhirnya ia menemukan kain berwarna merah yang tengah dipakai sebagai tenda sebuah warung soto. Ditebusnya kain tersebut dengan harga 500 sen, dan Lukas sendiri yang mengaku telah menyerahkannya ke ibu Fatma.

Kustaryo bahkan mengklaim telah mengkonfirmasikannya kepada ibu Fatmawati sendiri dan mendapat jawaban, “Benar, kain merah putih yang saya jahit itulah pemberian saudara,” kata Fatmawati, seperti ditirukan Kustaryo kepada wartawan Intisari.

Benar atau tidaknya pernyataan Kustaryo, jelas tidak bisa dikonfirmasi kepada ibu Fatma yang sudah berpulang ke Maha Kuasa pada 14 Mei 1980 silam.

Yang pasti, buku "Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Volume 1" yang ditulis ibu Fatmawati sendiri pada tahun 1978, telah membeberkan dari mana dia mendapatkan kain untuk bendera merah putih dalam bukunya.

Lalu, Dari Mana Bendera Merah Putih Pertama Berasal

Suatu hari pada bulan Oktober tahun 1944, Fatmawati didatangi seorang perwira Jepang, ia adalah Chairul Basri. Saat itu Fatmawati sedang hamil tua. Chairul kemudian membawakan dua blok kain, warna merah dan putih. Dengan kain itulah, Fatmawati menjahitkan bendera merah putih dengan menggunakan mesin jahit tangan.

Dirunut kembali ke belakang, Chairul ternyata mendapatkannya dari Hitoshi Shimizu, kepala Sendenbu atau dalam bahasa Indonesia disebut Departemen Propaganda. Kain itu diperoleh dari sebuah gudang Jepang di daerah Pintu Air, Jakarta Pusat, di depan bekas bioskop Capitol.

Pada 1978, Hitoshi Shimizu diundang Presiden Soeharto untuk menerima penghargaan dari pemerintah Indonesia karena dianggap berjasa meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang. Usai menerima penghargaan, Shimizu bertemu dengan kawan-kawannya semasa pendudukan Jepang.

“Pada kesempatan itulah ibu Fatmawati bercerita kepada Shimizu bahwa bendera pusaka kainnya dari Shimizu,” kata Chairul Basri dalam memoarnya yang berjudul Apa yang Saya Ingat.

Pada kesempatan lain, waktu berkunjung lagi ke Indonesia, Shimizu menceritakan kepada Chairul Basri bahwa dia pernah memberikan kain merah putih kepadanya untuk diserahkan kepada Fatmawati.

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Download :Dagelan App di sini!
Loading ...