Pengalaman Horor, Akibat Ngomong Kotor di Vihara

pengalama horor

Siang itu gue dan teman- teman gue sepulang sekolah mampir ke salah satu Vihara terbesar di Pemangkat. Iya, ketika SMP gue bukan sekolah di Jakarta, melainkan Pemangkat, Kalimantan Barat.  Viharanya itu keren banget karena terletak di bawah gunung. Dan tibalah kami di Vihara tersebut. Nah, di sebelah Vihara tersebut adalah tempat kosong, yang konon beberapa orang pernah bunuh diri di sana, baru sebelahnya lagi terdapat sebuah sekolah. Tapi itu bukan sekolah kami lho ya :D

Teman gue, sebut saja Cinta (iya, gue emang korban AADC banget ya gue) dia punya kebiasaan yang kurang baik (sama sih kayak gue dulu), yaitu gampang banget ngomong jorok. Contohnya kepleset dikit, bahasa yang keluar dari mulut kami bisa keluar nama- nama binatang. Tapi, untungnya gue saat itu sudah mulai berubah.

Kebetulan saat itu, entah dia kurang seimbang atau gimana, dia hampir jatuh dan tentu saja mengucapkan nama- nama binatang seperti biasanya. Selama di sana sih masih aman- aman aja, nah begitu sampai di rumah ternyata si Cinta mulai merasa sakit. Kepalanya pusing, badannya terasa panas, tapi anehnya kalau dipegang badannya nggak panas sama sekali. Kayak sehat- sehat aja.

Orangtua Cinta memutuskan untuk membawa anaknya ke dokter, namun sang dokter juga berkata kalau anaknya nggak sakit apapun. Orangtuanya mulai merasa bingung, dan membawa anaknya ke rumah sakit. Lagi dan lagi pihak rumah sakit juga tidak menemukan penyakit apapun dari dalam tubuh si Cinta. Nah lo!

Akhirnya orangtua Cinta memutuskan untuk membawanya ke sebuah Shin She, ya semacam paranormal gitu. Setelah sampai di sana, Shin She tersebut langsung bilang bahwa si Cinta telah menyinggung salah satu makhluk halus dengan mengucapkan kata yang tidak sepantasnya.

Singkat cerita, orangtua Cinta datang ke sana untuk minta maaf yang sebesar- besarnya dan barulah tiga minggu kemudian ia sembuh. Pelajaran yang kita ambil dari sini ialah kita harus bisa menempatkan diri di mana kita berada, dan mengurangi pemakaian kata-kata atau kalimat yang tidak sepantasnya kita gunakan. Ya, gue sendiri juga masih belajar. Puji Tuhan, udah agak berkurang sih, tapi terkadang gue juga belum terlalu bisa mengendalikan diri dan sekali lagi masih perlu belajar.

 

Pelajar sesat yang baru saja naik pangkat menjadi mahasiswa sesat. Wajib banget baca tulisannya karena wajib. Sekian, aku sayang Lee Min Ho.