Akhirnya Sejarah Telolet Bisa Terungkap, Penasaran?

om telolet om

Ini dia sejarah telolet. Kengkawan semua perlu tau biar gak bingung kenapa om telolet om jadi viral di dunia maya bahkan sukses go internastional. Dudu sempet ngobrol-ngobrol bareng mahasiswa sekaligus pegiat komunitas Bismania Kaskus Rizky Anandasigit Nugraha. Tapi, Dudu lebih suka manggil Mas Rizky. Mau tau gimana sejarah telolet dan komunitas Bismania? Langsung aja kuy scroll ke bawah.

Rizky Bismania Kaskus

Dudu: Mas Rizky bisa ceritain gak? Cerita awal dan bagaimana komunitas Bismania dibentuk? Sejak kapan dan untuk apa?

Mas Rizky: Ini saya jelaskan awal terbentuknya Bismania Kaskus ya. Komunitas Bismania Kaskus sih awalnya sebagai wadah diskusi para penggemar bus di platform tersebut. Dari sana mulai banyak obrolan-obrolan seputar bus, seperti pengalaman antar member yang biasa naik bus seperti cerita pelayanan maupun pengalaman lainnya. Bahkan, kita juga suka sharing mengenai hal-hal teknis tentang bus seperti chassis dan mesin bus hingga membahas istilah-istilah yang sering akrab ditelinga kru dan pengemudi.

Dudu: Mas Rizky, mau tau dong. Selama ini kegiatan komunitas Bismania tuh apa aja?

Mas Rizky: Kegiatan Bismania Kaskus saat ini sih lebih kearah kultural seperti kopi darat alias ketemu antar member di dunia nyata. Kegiatan sosial seperti donor darah dan sosialisasi keselamatan kepada pengemudi. Terakhir, kita juga berpartisipasi dalam kegiatan lintas komunitas bus lainnya dalam Pameran Indonesia International Bus and Truck Exhibition. Kita di sana juga menjalin komunikasi dan bersinergi :D

Dudu: Mas Rizky pasti tau nih, sekarang lagi rame demam telolet. Bisa diceritain gak kenapa klakson telolet bisa terkenal? Kita pengen tau sejarah telolet.

Mas Rizky: Menurut pengamatanku sih, sejarah telolet berawal dari sekumpulan anak-anak dan remaja yang suka hunting foto dan video tentang bis lalu mereka suka minta bunyiin klakson. Rata-rata dari mereka rentang umurnya itu 6-14 tahun, bahkan ada yang 17 tahun keatas.

Ketika mereka dapet rekamannya mereka upload ke facebook, dan ketika postingan mereka dirasa viral dengan banyaknya likes dan komentar ya mereka senang dan merasa diakui oleh teman-temannya. Jadinya ya berlanjut terus.

Oh iya, bahkan sejarah telolet bukan cuma berkutat pada klakson. Supir bus juga sering berkomunikasi lewat lampu dim/beam/lampu jauh itu juga dianggap tanda keramahan pengemudi oleh sebagian anak-anak tersebut. Tapi anggapan itu subjektif. Karena bisa juga dalam kondisi tertetu, si pengemudi bus bermaksud ngasih tanda kalau kegiatan hunting itu juga mengandung bahaya.

Dudu: Menurut Mas Rizky, apa hal menarik dari klakson telolet? Apakah ada bahasa atau kode tertentu tentang klakson telolet? Karena kita penasaran juga, apakah klakson itu juga merupakan cara anggota bus mania bersalam sapa satu sama lain atau juga salam sapa dengan masyarakat.

Mas Rizky: Menariknya, mungkin ya gak monoton seperti klakson biasa. Awalnya juga nada klakson ini sebagai ciri khas suatu bus kepada pelanggan setianya. Jadi ketika bus yang penumpang ingin naiki lewat, mereka langsung tahu dari suara klakson bahwa bus tersebut akan berangkat ke tujuan yang mereka inginkan. Tidak ada bahasa atau kode tertentu yang lebih spesifik.

Dudu: Sebenernya ada berapa jenis bunyi klakson telolet? Jika memang ada pembagiannya, apakah ada fungsi masing-masing dari setiap jenis itu? Misal jika bunyi, telolet maka bus ini dari Jawa Tengah atau jika bunyi nang neng nong maka bus itu dari Jawa Timur, atau gimana?

Mas Rizky: Wah kalau jenis bunyi sih aku agak kurang mengerti, tetapi setahuku klakson itu rata-rata impor dari negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Pakistan bahkan dari negara Eropa seperti Italia juga pernah dengar. Jumlah corong klakson pun bervariasi, mulai dari tiga corong sampai lebih. Nada klakson jenis ini juga sekarang bervariasi, bahkan ada yang seperti nada musik atau lagu populer :D

Dudu: Mas Rizky, boleh tau gak. Biasanya anggota Bismania bikin klakson telolet di mana?

Mas Rizky: Biasanya langsung beli yang sudah jadi di toko aksesoris. Plug and play lah sistemnya dengan penyesuaian relay.

Dudu: Terakhir, publik bisa gak sih main ke markas Bismania? Kira-kira bakal liat apa aja kalo ke markas?

Mas Rizky: Kalau kita sih engga punya markas atau basecamp, publik atau masyarakat umum bisa kok langsung gabung lewat kopi darat yang kita adakan sebulan sekali. Pengumuman biasanya lewat media sosial dan Kaskus.

Wah seneng deh dapet informasi banyak tentang Bismania dan sejarah demam klakson telolet. Sukses terus buat Komunitas Bismania ya. Love u all termasuk untuk para pemburu telolet. Tapi, jaga diri juga ya :D