8 Peraturan Mutlak Generasi 90-an Saat Main Bola! Masih Inget Gak?

main bola

Jauh sebelum ada gadget, generasi 90-an adalah anak-anak yang kreatif, aktif, dan enerjik. Jiwa sosial mereka sangat tinggi. Bagi anak-anak cowok generasi 90-an, main bola adalah salah satu permainan yang penuh suka cita dan banyak cerita.

Ada peraturan-peraturan yang mutlak dan berbeda dengan sepak bola sebenarnya, tapi asik banget gengs. Nah, berikut ini 8 aturan mutlak dalam sepak bola anak generasi 90-an yang sulit terlupakan, kuy kita nostalgia.

1. Gawang Portable

main bola
Sumber: pulangkerja.com

Batu, kayu, dan sandal adalah benda yang dijadiin tiang gawang lebarnya diukur pake langkah satu orang. Kadang sih ada yang iseng geserin tiang gawang itu biar makin lebar dan gampang masukin gol, hehehe :D

2. Gak ada wasit dan istilah offside

main bola
Sumber: kabarin.co

Dalam sepak bola generasi 90-an gak ada yang namanya istilah offside, karena gak ada wasit juga sih. Nah biasanya si striker yang males naik-turun ngejar bola tinggal nungguin di depan gawang lawan sambil ngopi bareng gitu, hehehe :D

3. Pelanggaran mutlak hanyalah handsball

main bola
Sumber: prediksibolaprofessional.wordpress.com

Cuma ada satu pelanggaran, yaitu bola menyentuh tangan. Selain itu, lanjuuutt

4. Kalo kiper gak bisa nyentuh bola di atas kepalanya, berarti enggak gol

main bola
Sumber: saulunglujan.wordpress.com

Karena gawang terbuat dari tumpukan sendal atau batu, maka gak ada yang namanya mistar gawang. Biasanya ini kesempatan para kiper untuk males lompat tinggi-tinggi.

5. Yang gendut harus mau jadi kiper

main bola
Sumber: unsoedfutsal.wordpress. com

Bagi anak-anak yang berbadan gendut biasanya langsung disuruh jadi keper sama teman-temannya. Alasannya sih sederhana banget, karena badannya yang lebar bisa nutup ruang tembak musuh. Ada-ada bocah dah!

6. Gak ada yang boleh pake sepatu

main bola
Sumber: boombastis.com

Kalo lo pake sepatu, lo gak akan dibolehin main bola . Karena anak-anak generasi 90-an merasa lebih lincah menggiring bola tanpa sepatu, sepatu akan membuat mereka berat saat berlari.

7. Pembagian Tim berdasarkan ukuran tubuh

main bola
Sumber: bola.com

Kalo ada tim yang jumlahnya gak seimbang, maka anak yang lebih besar badannya harus bermain pada tim yang jumlah pemainnya lebih sedikit. Misal Tim A jumlahnya 5 orang anak berbadan tinggi dn Tim B berjumlah 7 orang tapi badan mereka kecil-kecil.

8. Hanya ada 3 yang mampu menghentikan pertandingan!

main bola
Sumber : ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Pertama, bola kena kaca rumah tetangga. Kedua, anak yang punya bola disuruh pulang sama emaknya dan yang ketiga, adzan magrib.

Hmm.. jadi inget masa kecil dulu ya gengs, jaman udah berubah. Sekarang anak-anak sibuk sama smartphone mereka masing-masing. Beruntunglah anak-anak generasi 90-an yang sempat menikmati masa-masa itu.